Mengenal Situs Sejarah Rumah Cimanggis di Kota Depok

Komunitas Sejarah Depok mendesak Pemerintah Kota Depok, Jawa Barat, agar secepatnya menetapkan Rumah Cimanggis menjadi cagar budaya. Desakan mengemuka setelah pencurian ornamen angin-angin atau bovenlicht situs sejarah yang didirikan Gubernur Jenderal VOC, Petrus Albertus van der Parra, pada 1771 tersebut. “Nasib situs sejarah Rumah Cimanggis dalam bahaya yang nyata,” kata perwakilan Komunitas, JJ Rizal, di Pancoran Mas, Kota Depok, kemarin. Dia menuturkan banyak kasus hancurnya rumahrumah bersejarah lantaran pencurian dan perusakan atas bagian-bagian istimewanya yang dibiarkan. Rumah Cimangggis tersebut sudah terdaftar pada 2011 di Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten dengan Nomor 007.02.24.04.11.

Angin-angin (bovenlicht) Rumah Cimanggis ukuran 1,5 x 1,6 meter yang sempat dicuri, Rizal meneruskan, pun telah diserahkan kepada BPCB Banten sesuai dengan Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Depok, Hendrik Tangke Allo, menyesalkan lambatnya respons Pemerintah Kota Depok dalam menetapkan Rumah Cimanggis sebagai cagar budaya. Apalagi, polemik tentang kewenangan telah terjawab, yakni wali kota menetapkan cagar budaya setelah ada rekomendasi dari tim ahli cagar budaya. “Yang terpenting adalah melindungi situs sejarah,” ucap politikus PDI Perjuangan itu. Menurut Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Jawa Barat, Lutfi Yondri, rekomendasi penetapan sebagai situs sejarah sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Depok. Sedangkan Kepala Bidang Kebudayaan dan Pengembangan Kepariwisataan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok, Yelis Rosdiana, menyatakan penetapan cagar budaya menunggu hasil konsultasi dengan Kementerian Agama. Yelis menyatakan Kementerian adalah pengelola lahan Rumah Cimanggis yang notabene milik negara. “Mohon sabar, harus mengikuti prosedur,” katanya, kemarin. Staf Biro Umum Kementerian Agama, Diran, berjanji meningkatkan penjagaan untuk mencegah pencurian di Rumah Cimanggis terjadi lagi. “Kami berharap (ornamen) ini bisa dijaga dengan baik (oleh BPCB Banten),” ujar Diran

Categories: Wisata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *