Reklamasi Jakarta Berlanjut, Kebutuhan Genset Meningkat

JAKARTA – Pembangunan pulau reklamasi masih berlanjut sekalipun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyegel Pulau C dan D di Teluk Jakarta. Berdasarkan pengamatan Tempo kemarin, alat-alat berat seperti ekskavator dan crane terus menderu di Pulau C. Ada juga kapal tongkang di sekitar pulau buatan itu. Para pekerja terlihat sibuk menguruk pasir dengan menggunakan ekskavator. Di salah satu sisi Pulau C yang menghadap Dadap, Tangerang, paku bumi atau tiang pancang mulai ditanam ke laut. Tak jauh dari lokasi itu, tiang pancang tergeletak di atas tanah. Terlihat pula pekerja memakai helm dan jaket pelindung berdiri di ujung tiang itu. Dalam pembangunan pulau reklamasi kebutuhan akan genset terus meningkat. Banyak genset dengan kapasitas 15 kva di gunakan dalam proyek reklamasi ini. Genset 15 kva ini di gunakan untuk keperluan penerangan di lokasi proyek, karena di lokasi proyek belum terinstal listrik dari PLN

Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap, Waesul Kurnia, mengatakan pengembang reklamasi sedang membangun jembatan penghubung Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Dadap, Tangerang, dengan Pulau C. Menurut dia, pembangunan di Pulau C tak pernah berhenti sekalipun Gubernur Anies telah menyegel pulau tersebut pada 7 Juni lalu. “Siangmalam pembangunan jalan terus,” ujar dia. Pengembang Pulau C dan D, PT Kapuk Naga Indah, sejak awal berencana membangun jembatan penghubung ke Dadap, Tangerang. Pada rancangan awal, jembatan itu panjangnya 900 meter, terdiri atas empat lajur, dengan ketinggian 10 meter di atas permukaan laut. Jembatan tersebut juga akan menjadi akses dari pulau reklamasi menuju Bandara Udara Soekarno-Hatta. Aktivitas alat berat juga terlihat di seberang Pulau C, yaitu kawasan Dadap.

 

Di bakal kawasan PIK 2 itu terlihat crane yang mengangkat paku bumi. Empat tiang pancang sudah tegak di sana. Di atas kapal tongkang di sekitar Dadap, kemarin, ada empat polisiyang berjaga. Direktur PT Kapuk Naga Indah, Firmantodi Sarlito, tak merespons ketika dimintai konfirmasi. Kuasa hukum PT Kapuk Naga Indah, Kresna Wasedanto, juga menolak berkomentar. “Bukan kapasitas saya,” kata dia. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta, Edy Junaedi, mengatakan hingga saat ini DKI belum mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) di pulau reklamasi. “Belum ada IMB-nya,” ujar Edy. Dengan begitu, segala proses pembangunan adalah ilegal. Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Tangerang, Yudiana, juga mengatakan hal yang sama: pembangunan jembatan penghubung Dadap-Pulau C belum memiliki IMB. “Meski rekomendasi dari pusat sudah kami dapatkan, pengembang belum mengajukan IMB ke Kabupaten Tangerang,” kata dia. Adapun Gubernur Anies Baswedan mengaku tak mengetahui adanya pembangunan di pulau reklamasi. “Terima kasih sudah dilaporkan.

 

Saya akan periksa dan hentikan proyek itu,” ujar dia. Di sisi lain, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI, Yani Wahyu, masih mengklaim tak ada pembangunan selepas penyegelan. Menurut dia, anak buahnya rutin berjaga di sana. “Paling di sana cuma penyiraman tanaman rumput dan pohon oleh mobil tangki,” kata dia. Juru bicara Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta, Tigor Hutapea, meminta Anies tegas menindak pengembang reklamasi yang melanggar. Menurut dia, Anies seharusnya membongkar semua bangunan tanpa izin di pulau urukan itu. “Kenapa (pembangunan) bisa jalan? Berarti ada pembiaran. Pengawasan lemah,” ujar Tigor

Categories: Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *